HOME  |  PROFIL

 

 

1. PENGANTAR TEKNIK TRAFIK

A. Pendahaluan

Suatu sentral baru dapat beroperasi pertama sekali apabila seluruh perangkat-perangkatnya (Hardware dan Software) telah diinstalasi dan berfungsi dengan baik. Sentral baru tersebut ditempatkan pada sebidang lahan yang harus sudah dibebaskan (dibeli) beberapa tahun sebelumnya. Kabel-kabel telah diletakkan pada duct dimana kapasitas kebutuhan duct tersebut harus sudah diprediksi untuk kebutuhan periode waktu 20 tahun ke depan. Jumlah pairs kabel harus disediakan (direncanakan) paling sedikit untuk kebutuhan 5 tahun ke depan. Trunk dan junction circuits harus sudah direncanakan paling sedikit untuk kebutuhan 1 (satu) tahun ke depan yang kemudian dapat di tambah.

Bangunan harus mempunyai ruang yang cukup untuk menempatkan perangkat-perangkat telekomunikasi sesuai dengan kebutuhan seperti jumlah satuan sambungan telepon, perangkat switching, perangkat transmisi dan sebagainya. Bila bangunan tersebut adalah bangunan baru, maka harus direncanakan space untuk extension sesuai dengan kebutuhan 10 – 20 tahun.

Sebelum sebuah sentral baru diaktifkan, seluruh perangkat harus sudah bekerja dengan baik. Dalam hal ini begitu banyak pekerjaan yang telah dilakukan oleh staf dengan tugas yang berbeda-beda pada jauh hari sebelumnya. Mungkin sebagian karyawan telah banyak menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan segala sesuatunya di lapangan, dan ada juga sebagian karyawan yang menekuni pekerjaannya untuk mencek fungsi-fungsi perangkat sentral. Mulai dari awal sampai akhir, dapat dikatakan setiap karyawan baik yang ada di administrasi dan teknisi, mempunyai andil secara langsung atau tidak langsung dalam persiapan ini.

Pada waktu yang sama di mana sebuah sentral telah mulai beroperasi, sebagian staf akan mulai merencanakan extension berikutnya. Semantara staf lain mulai mengikuti training untuk menangani sentral-sentral baru yang lain.

Perangkat telekomunikasi terdiri dari sejumlah komponen, di mana setiap komponen memiliki masa waktu (life time) tertentu dan dapat diganti setelah life time-nya habis. Periode design komponen-komponen tersebut bervariasi dari beberapa bulan sampai 20 tahun atau lebih. Setiap detailnya harus direncanakan sebelumnya. Tipe dan kuantitas harus diestimasi, komponen-komponen harus dipesan dari pabrik untuk penggunaan langsung atau untuk persediaan. Perangkat harus diinstalasi tanpa mengganggu perangkat lain yang sedang beroperasi.

Dalam waktu bersamaan sebagaimana perencana-perencana yang selalu memandang kebutuhan ke depan, sementara beberapa staf secara full time harus menjaga agar perangkat tetap beroperasi dengan baik. Staf pemeliharaan akan berusaha memelihara perangkat beroperasi seefisien mungkin. Salah satu ilmu yang diterapkan untuk mendukung semua usaha di atas, khususnya untuk perangkat pada network adalah ilmu trafik. Pengalaman operasional seorang perencana sangat berharga dan bermanfaat, khususnya untuk membuat adjustment pada rencana yang akan datang.

Aktivitas pada Administrasi Telekomunikasi ini sangatlah kompleks dan harus membutuhkan koordinasi dan kooperasi. Aliran informasi harus sanggup mencapai setiap unit kerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit. Tidak ada satu orangpun pada semua unit di administrasi telekomunikasi yang dapat bekerja secara independent.

B. Aktivitas dan Tujuan Traffic Engineering

Peranan Traffic Engineering dalam aktivitas administrasi telekomunikasi yaitu :

• Membuat perencanaan overall network telekomunikasi.
• Menentukan dimensi setiap komponen dalam network (perangkat dan rute).
• Membuat perencanaan extension yang akan datang secara akurat.
• Meng-adjust ruting trafik secara terus menerus sesuai dengan variasi trafik dan demand.
• Mendapatkan keseimbangan antara cost dan service components pada network.

Melaksanakan traffic engineering secara benar akan sangat berarti bagi administrasi telekomunikasi, yaitu untuk mengoptimalkan pengembalian investasi, dengan cara :

• Membuat ukuran extension yang benar, pada tempat dan waktu yang tepat.
• Menyediakan network yang cocok dengan kebutuhan trafik yang sesungguhnya dan yang sesuai dengan

  pola permintaan panggilan.
• Memperoleh pemakaian network setinggi mungkin dengan grade of service sebaik mungkin.

C. Forcasting.

Seorang peramal akan mengestimasi permintaan pada masa yang akan datang berdasarkan pengetahuannya dari kondisi sekarang dan permintaan pada masa lampau. Kesulitan mungkin akan timbul bila demand sekarang ini dan masa lampau, tidak memuaskan.


D. Pengukuran Trafik.

Karena pengukuran dan pengamatan (observasi) trafik merupakan hal yang mutlak dilakukan, maka persoalannya adalah bagaimana melakukan pengukuran atau pengamatan secara benar.


E. Dimensioning

Dengan mengetahui data trafik dalam Erlang dan rata-rata waktu percakapan, dan sebagainya secara benar maka pendemensian seluruh perangkat telekomunikasi dapat ditentukan dengan benar. Dengan demikian perangkat telekomunikasi akan dapat beroperasi secara baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang. Untuk dapat melaksanakan dimensioning, seseorang harus mengetahui gambaran umum dari perangkat switching dan bagaimana sistem itu bekerja, disamping itu juga harus mengetahui teori trafik. Penerapan teori trafik akan berbeda sesuai dengan kasus penyambungan misalnya pada sistem loss, sistem delay dan sistem overflow.


F. Perencanaan Network.

Perencanaan Network adalah proses dinamis, seperti yang telah diuraikan dalam aktivitas telekomunikasi. Secara sempit dapat disebutkan bahwa kegiatan Perencanaan Network merupakan penentuan sirkit yang sesuai antar sentral dengan pelanggan, antar sentral dengan sentral.

Traffic Engineering memberikan kontribusi yang sangat berarti kepada kegiatan Perencanaan Network. Pengukuran Trafik dan Forecasting menyediakan data dasar untuk perencanaan.

 

 

Menu:

1. Bab 1

2. Bab 2

3. Bab 3

4. Bab 4

 

 

 

 

 

@2009 Edhy Wahyu