3.
DISTRIBUSI TRAFIK
A. Distribusi
Poisson
Distribusi Poisson
digunakan di Amerika Utara untuk perhitungan dimensioning
pada final trunk groups.
Asumsi yang
digunakan untuk kondisi ini ialah :
Rumus Poisson:

dimana:
P = Poisson loss
probability
N = Jumlah trunk
pada full-availability group
A = Trafik yang
ditawarkan pada group dalam Erlang
e = Natural
logarithm base (2.71828…..)
Contoh soal:
-
Berapa Erlang
kapasitas trafiknya, untuk suatu final trunk group dengan
dengan sistem LCH dengan 24 sirkit jika ditentukan loss
probability = 2% ?
-
Hitung grade of
service untuk suatu final trunk group dengan 48 sirkit dan
offered traffic 35 Erlang. Sistem yang digunakan ialah LCH.
-
Dari
hasil pengukuran suatu final trunk group dengan menggunakan
sistem lost call held dan grade of service 1% diketahui
offered traffic = 20 Erlang. Hitung jumlah sirkit yang
diperlukan.
TABEL POISSON
DAPAT DIDOWNLOAD DI SINI
B. Distribusi
Erlang B
Distribusi Erlang
B digunakan untuk menentukan dimensi pada high-usage trunk
groups yang menggunakan sistem overflow.
Asumsi yang
digunakan untuk kondisi ini ialah :
Rumus Erlang B :

dimana B
= Erlang B loss probability
N = Jumlah trunk pada full-availability group
A = Trafik yang ditawarkan pada group dalam Erlang
Contoh soal:
-
Apabila pada sejumlah
29 sirkit dengan menerapkan sistem loss, ditawarkan trafik
sebesar 21 Erlang, berapa probabilitas lossnya?
-
Sejumlah trunk bekerja
berdasarkan sistem loss, ditawarkan call sejumlah 200
call/jam. Bila mean holding time adalah 180 detik, tentukan
jumlah trunk yang harus disediakan jika probabilitas loss =
1%.
-
High-usage trunk group
dengan 24 sirkit dikehendaki loss probability = 2%. Berapa
kapasitas trafik yang bisa dimuat jika system yang digunakan
ialah loss system?
-
Dari suatu high-usage
trunk group yang menggunakan system loss mempunyai 48 sirkit
dengan offered traffic 36 Erlang. Ditanyakan : GOS = ?
TABEL ERLANG
B DAPAT DIDOWNLOAD DI SINI
C. Distribusi
Erlang C
Distribusi Erlang
C digunakan untuk menentukan dimensi common-equipment
dimana panggilan yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu
(first-in first-out /FIFO) berdasarkan antrian.
Asumsi yang
digunakan untuk kondisi ini ialah :
Rumus Erlang C :

dimana:
|
P(>0)
P(>t)
N
A
T1
T2
D1
D2
e |
=
=
=
=
=
=
=
=
= |
Probability dari delay lebih besar nol
Probability dari delay lebih besar T1
Jumlah
server pada full-availability group
Trafik
yang ditawarkan pada group dalam Erlang
Delay
yang diperbolehkan dalam detik
Waktu
genggam rata-rata dalam detik
Delay
rata-rata seluruh call dalam detik
Delay
rata-rata pada call yang tertunda dalam detik
Natural logaritm base (2,71828…….) |
D. Distribusi
Binomial
Distribusi
Binomial digunakan untuk menentukan dimensi final trunk
groups antara PABX atau remote switching unit (RSU)
dengan sentral induknya.
Asumsi yang
digunakan untuk kondisi ini ialah :
-
random
-
sumber trafik
terbatas
-
lost call held
(LCH)
Rumus Binomial :

dimana:
P =
Binomial loss probability
S = Jumlah
sumber trafik
N=
Jumlah trunk pada full-availability group
a
= Traffic offered to group in Erlangs per source
Contoh soal:
-
Tentukan loss
probability untuk sebuah remote switching unit dengan 30
pelanggan yang tersambung ke sentral lokal dengan 12 sirkit
dan trafik pada jam sibuk = 7,5 Erlang. Asumsi yang
digunakan ialah Lost Call Held.
-
Sebuah remote
switching unit menggunakan asumsi Lost Call Held dengan 20
pelanggan, tersambung ke sentral lokal dengan 8 sirkit dan
loss probability = 1,25%. Berapa offered trafficnya ?
-
Sebuah PABX dengan 30
pelanggan menggunakan asumsi Lost Call Held. Jika diketahui
trafik per pelanggan = 0,25 Erlang dan GOS = 3,9%, tentukan
jumlah sirkit yang diperlukan untuk menghubungkan PABX
tersebut dengan sentral lokal.
TABEL BINOMIAL DAPAT DIDOWNLOAD DI SINI
E. Distribusi
Engset
Distribusi Engset
digunakan untuk menentukan dimensi common equipment dengan
jumlah sumber yang terbatas, misalnya sentral rural kecil dan
line concentrator.
Asumsi yang
digunakan untuk kondisi ini ialah :
-
Random
-
Sumber trafik
terbatas
-
Loss system
Rumus Engset :

dimana:
P = Engset
loss probability
S = Jumlah
sumber trafik
N = Jumlah
server pada full-availability group
A = Trafik
yang ditawarkan pada group dalam Erlang
Contoh soal:
-
Suatu sentral PABX
terdiri dari 20 line, dihubungkan dengan sebuah sentral
lokal. Bila trafik per pelanggan diperkirakan 100 mE dan
loss probability = 2,7%, tentukan jumlah saluran antar PABX
dengan sentral lokal tersebut.
-
Tentukan besarnya loss
probability untuk line concentrator dengan 30 pelanggan, 9
kanal dan offered traffic 0,2 Erlang per palanggan.
-
Berapa besar offered
traffic untuk PABX dengan 30 pelanggan, 9 saluran antara
PABX dengan sentral lokal dan GOS = 0,004.
-
Tentukan jumlah
saluran dari PABX ke sentral lokal, untuk sebuah PABX dengan
jumlah pelanggan = 30 line, 0,1 Erlang per pelanggan dan GOS
= 1,5%.
TABEL
ENGSET DAPAT DIDOWNLOAD DI SINI
|