|
4. Pengukuran Trafik
A. PENDAHULUAN
Pengukuran trafik memberikan data dasar untuk keperluan perencanaan,
operasi dan pemeliharaan, management dan berbagai kasus perhitungan
untuk pengelolaan network.
Hasil pengukuran trafik yang telah diolah, memberikan gambaran antara
lain tentang jumlah sirkit/saluran, perangkat sentral, beban trafik dan
distribusi call serta unjuk kerja perangkat.
Sasaran akhir dari pengukuran trafik adalah pembenahan kebutuhan
masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sebaik-baiknya, dengan
memperhitungkan faktor-faktor efektif dan efisien dari sarana
telekomunikasi yang ada.
B. TUJUAN PENGUKURAN TRAFIK
a. Menentukan dimensi peralatan atau sirkit guna mengatasi stagnasi atau
untuk kebutuhan peralatan dan perencanaan baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
b. Melacak letak kegagalan.
c. Mendeteksi kondisi peralatan maupun sirkit
d. Mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance).
e. Mengetahui mutu pelayanan jaringan telekomunikasi (Quality of
Service).
C. KEGUNAAN PENGUKURAN TRAFIK
a. Jangka pendek, yaitu menghindarkan timbulnya stagnasi dan
mengoptimalkan trafik pada route, peralatan dan sirkit yang ada :
- Apakah seluruh perangkat berfungsi dengan baik.
- Apakah seluruh perangkat dan sirkit yang ada sudah berfungsi maksimal.
- Apakah peralatan dan sirkit yang ada telah dipenuhi oleh sejumlah
percakapan yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
b. Jangka panjang, yaitu untuk perencanaan pembangunan yang
paling sedikit meliputi jangka waktu 1 – 2 tahun mendatang.
D. FUNGSI PENGUKURAN
a. Operasi Trafik
Adalah pengawasan sehari-hari dari status dan performance (unjuk kerja)
trafik dari sentral dan jaringan :
- Membandingkan status dan unjuk kerja hasil ukur dengan tolok ukurnya.
- Mengusulkan rencana perbaikan/pembenahan dalam hal : perubahan route,
pencegahan kemacetan dan perbaikan pelayanan, dengan kerjasama dengan
unsur lain yang terkait.
- Penetapan rekayasa trafik dan perencanaan fasilitas baru.
b. Administrasi Trafik
Adalah menjamin agar trafik yang disalurkan ke sentral dan jaringan
terbagi dengan rata dan seimbang. Hal ini diperoleh dengan perhitungan
yang cermat mengenai jumlah peralatan dan sirkit pada jaringan
berdasarkan pengukuran trafik dan analisa serta evaluasinya.
E. SYARAT PENGUKURAN
Hasil pengukuran (data) harus memenuhi syarat-syarat :
a. Benar (akurat)
b. Segar (up to date)
F. CARA MENGUKUR
a. Secara visual, yaitu mengamati tanda-tanda atau lampu pendudukan pada
sentral yang tidak ada alat ukurnya.
b. Menggunakan alat ukur, dilakukan secara manual atau otomatis
tergantung keadaan alat ukurnya.
c. Dengan programming sentral.
G. SISTEM PENGUKURAN
Guna menganalisa suatu sistem teletrafik, diperlukan suatu model yang
dapat menggambarkan semua atau sebagian sistem tersebut.
Model dimaksud terdiri dari 3 elemen, yaitu:
a. Struktur (hardware).
b. Strategi (software)
c. Proses Trafik (user requirements).
Struktur perangkat secara teknis telah ditetapkan, dan dari perangkat
ini dapat diperoleh informasi yang lengkap tentang sistem ini.
Strategi terdiri dari aturan-aturan dan prinsip-prinsip di mana seorang
traffic-engineer menerapkan strategi yang dimaksud guna memperoleh
kondisi yang terbaik dari sistem pada situasi trafik yang ada.
Pada sentral dengan sistem elektromekanik, strategi tersebut diwujudkan
ke dalam apa yang disebut wired-logic dan pada sentral dengan sistem SPC
(Store Programmed Control) strategi tersebut diwujudkan ke dalam
software atau apa yang disebut dengan programmed-logic.
Sedangkan trafik yang biasanya dibangkitkan oleh pemakai (user) terdapat
pada suatu sistem yang beroperasi. Uraian yang realistik dari proses
trafik dapat diperoleh dari suatu observasi pada sistem tersebut.
Selanjutnya seorang traffic-engineer akan mencoba untuk mengadaptasi
sistem ke proses trafik dengan menerapkan beberapa strategi yang berbeda,
seperti routing, prioritas dsb.
Sistem telepon adalah suatu sistem man-machine yang kompleks. Tujuan
traffic-engineering adalah mendesain sistem secara optimal, yang dapat
dipenuhi dengan cara melakukan penyelidikan dari tingkah laku pelanggan.
H. HUBUNGAN ANTAR SENTRAL.
Pengukuran ini biasanya dilakukan pada suatu group sirkit dari suatu
sentral di mana seluruh group sirkit yang ada harus secara rutin diukur.
Untuk intensitas trafik, maka seluruh group sirkit yang ada harus diukur
secara serentak.
I. APLIKASI DATA PENGUKURAN
Suatu program pengukuran harus didisain dengan perhitungan yang cermat
untuk meyakinkan bahwa tidak ada data yang tidak perlu untuk dicatat.
Tujuan setiap pengumpulan data harus didefinisikan secara jelas, juga
harus diformulasikan tujuannya untuk berbagai metode pengukuran yang
berbeda. Sangat penting untuk mengeliminasi (menghilangkan) data yang
tidak berguna sesegera mungkin.
J. CALL CHARGING
Basis ekonomi dari administrasi adalah pembayaran oleh pelanggan dan
administrasi lain. Pengawasan yang kontinyu pada kebenaran charging
menjadi sangat penting. Tugas ini dapat dikerjakan oleh komputer dengan
baik.
K. ASPEK OPERASIONAL
Tujuan traffic engineering adalah untuk memaksimalkan perangkat yang ada.
Terdapat hubungan yang erat antara pengukuran, dimensioning dan ukuran
kriteria pelayanan.
Data trafik adalah basis dari traffic engineering. Penggunaan data ini
terutama adalah untuk pengelolaan perangkat sehari-hari. Profil trafik
sehari-hari dapat diamati sehari penuh dengan perangkat komputer.
Rata-rata waktu jam sibuk mungkin berubah bila diamati lebih seksama.
Data dapat hanya direkam bila trafik lebih tinggi dari level tertentu.
Perhatian khusus diperlukan untuk kejadian-kejadian tertentu misalnya :
bencana alam, kabel terputus, dan sebagainya. Juga perlu terdapat
catatan sirkit-sirkit yang di blok, di test dsb.
Unjuk kerja sentral dikontrol dengan kongesti beban, pengukuran beban,
waktu tunggu, time out dsb. Unjuk kerja Network terutama dikontrol
dengan pengukuran beban yang memberikan gambaran up to date beban nyata
pada route trafik tertentu.
Network yang lebih baik memerlukan level efisiensi yang tinggi karena
investasinya tinggi. Tetapi efisiensi yang tinggi membuat Network
menjadi lebih sensitif terhadap variasi trafik.
Sekali terjadi kongesti atau overload sangat sulit untuk memperkirakan
level trafik yang sebenarnya atau untuk menginterpretasikan hasil-hasil
pengukuran.
Kongesti pada beberapa bagian kritis pada network dapat menyebabkan
lebih banyak repeated call attempt, yang dapat menaikkan beban pada
perangkat common control. Sehingga penting untuk mengidentifikasikan
gangguan network dan mengambil langkah-langkah penanganan sebelum
gangguan menjadi serius. Masalah ini berkaitan dengan langkah-langkah
pengelolaaan network yang dinamis.
L. PEMELIHARAAN
Tujuan pengawasan jangka pendek adalah untuk melihat apakah perangkat
sudah digunakan seefisien mungkin.
Data yang dikumpulkan adalah untuk preventive dan corrective
maintenance. Penelitian menunjukkan bahwa 30% dari semua gangguan dapat
dicegah dengan preventive maintenance.
Walaupun sistem kelihatan beroperasi dengan baik, pengukuran secara
detail mungkin menunjukkan adanya sirkit yang tidak beroperasi.
Pengawasan terhadap masing-masing sirkit (secara individu) adalah
penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. Pengawasan
on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat/dini.
M. PERENCANAAN DAN PERAMALAN
Pengumpulan data untuk perencanaan dan peramalan jangka panjang akan
mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu perencana untuk
merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.
N. JENIS PENGUKURAN SECARA UMUM
Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis pengukuran trafik yaitu :
a. Pengukuran Kuantitatif.
Menentukan dimensi peralatan maupun sirkit guna mengatasi stagnasi serta
untuk kebutuhan peramalan jangka panjang guna perencanaan pembangunan.
Yang diukur dalam pengukuran kuantitatif adalah volume (intensitas)
trafik dalam Erlang (atau satuan lainnya) atau dalam call dan holding
time dari suatu kelompok peralatan atau sirkit.
b. Pengukuran Kualitatif.
• Melacak kegagalan panggilan
• Mendeteksi kondisi peralatan dan sirkit
• Mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance)
• Mengetahui mutu pelayanan (QOS)
O. SITUASI TRAFIK
Sesuai dengan konsep-konsep dasar trafik, bahwa trafik mempunyai variasi
yang luas dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Variasi selama setahun
b. Variasi waktu selama jam sibuk
c. Variasi hari ke hari
d. Variasi musiman
e. Variasi hari dalam satu minggu
Oleh karena itu dalam melakukan pengukuran, harus diketahui bagaimana
trafik pada saat-saat tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahan
misalnya dalam menentukan dimensi untuk mengatasi stagnasi maupun
kesalahan perencanaan.
Agar situasi trafik dapat diketahui dengan pasti, harus dilakukan suatu
pengamatan perilaku trafik sesuai dengan variasinya, minimal selama
setahun.
P. PERIODE PEREKAMAN
Periode perekaman adalah interval waktu selama pengukuran dilaksanakan .
Pengukuran ini dapat diaktifkan berdasarkan penjadualan atau secara On
Demand. Periode yang berbeda dapat dijadualkan untuk hari yang berbeda
selama satu minggu, sebagai contoh :
Senin – Jumat waktu pengukuran pukul 09.00 – 10.00
Sabtu – Minggu waktu pengukuran pukul 08.30 – 09.30
Q. ARAH DATA KELUARAN
• Lokal atau Remote Terminal.
Agar data hasil pengukuran dapat dibaca, maka data tersebut harus
dicetak atau ditampilkan pada layar (display). Untuk itu data hasil
pengukuran harus dapat diarahkan ke suatu printer atau terminal baik
secara lokal atau secara remote sesuai yang dikehendaki.
• External Processing Center.
Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan analisa data khususnya dalam
kondisi jumlah sentral lebih dari satu, maka keluaran hasil pengukuran
dapat diarahkan ke suatu pusat pemrosesan atau Operation and Maintenance
Center (OMC).
• Media Penyimpanan Lokal.
Data masa lalu kadang-kadang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu.
Agar data tidak hilang dalam kurun waktu tertentu, maka data hasil
pengukuran tersebut sebaiknya disimpan pada media penyimpanan yang ada
di sentral seperti Magnetic Disk atau Magnetic Tape. Media penyimpanan
ini sebagai alternatif untuk pengiriman data ke Operation and
Maintenance Center (OMC).

|
Menu:
1. Bab 1
2. Bab 2
3. Bab 3
4. Bab 4
|